Wednesday, 19 December 2012

Warga Talikuran Gelar Ibadah Penghiburan


 
KELUARGA MENTERI: Jeine Mamahit (50) di kediamannya di Desa Talikuran Jaga 3 Kecamatan Romboken.
Kepergian Menkes non aktif Endang Rahayu Sedyaningsih, menimbulkan rasa duka yang mendalam bagi masyarakat Desa Talikuran  Kecamatan Romboken. Dikarenakan, banyak masyarakat di desa tersebut masih terikat keluarga dengan suami almarhumah. 

Laporan: Benyamin Allo

"TERUS terang kami cukup terkejut ketika mendengar berita duka ini. Awalnya saya dan suami tidak percaya dengan kejadian tersebut, namun ini benar terjadi. Masih jelas diingatan saya September 2011 lalu saat berkunjung di kediaman ibu Menteri di Jakarta, saat itu ibu masih dalam keadaan sehat  dan ceriah," ujar Jeine Mamahit  (50), warga Desa Talikuran Jaga 3 Kecamatan Romboken.

Jeine merupkan saudara dari  Dr Reine Mamahit, suami almarhumah.  Jeine Mamahit  mengaku, mereka mengetahui kematian  Endang ini lewat berita yang disiarkan beberapa TV swasta. ‘’Kami semua keluarga di Talikuran nanti dapa tahu di televisi. Trus kami semua yang ada di sini langsung baku kase tahu,’’ ujar Jeine.  

Keluarga pun sepakat akan menggelar ibadah penghiburan. ‘’Kami semua keluarga di kampung akan bikin ibadah penghiburan. Pemerintah desa dan badan pekerja majelis jemaat juga sudah menghubungi kami untuk rencana ibadah penghiburan,’’ ungkap Jeine yang saat ditemui Manado Post, didampingi istri Hukum Tua Talikuran Frida Eke Tumimomor.

Lanjut Jeine, setelah mendengar kepergian ibu menteri, dirinya langsung menghubungi kakak tertua Olin yang selama ini bekerja di kediaman ibu menteri.  "Saat itu kakak saya menjelaskan benar adanya bila ibu menteri telah tiada dan akan dikebumikan hari Kamis," ujar Jeine.

Ditambahkan Jeine, dirinya kemungkinan akan ke Jakarta bila pekan berjalan ini kakaknya Olin mengirimkan uang tiket. Namun sebelum berangkat kami keluarga di Talikuran kemungkinan akan menggelar ibadah bersama.

Hukum Tua  Talikuran Chresje Ruauw kepada koran ini mengungkapkan, dirinya bersama masyarakat sebelum mendengar berita duka ini, awalnya berencana bertemu dengan ibu menteri untuk meminta bantuan pembangunan Rumah Sakit di Kecamatan Remboken. Namun rencana ini belum terwujud, Tuhan sudah memanggil ibu menteri. ‘’Tapi kami pemerintah desa dan seluruh masyarakat Desa Talikuran tentu sangat-sangat kehilangan. 

Dan semua warga desa tentu berduka cita atas kepergian ibu menteri.  Karena itu kami juga mengucapkan turut berdukacita sedalam-dalamnya  atas kepergian ibu menteri. Tuhan yang memberi, Tuhan juga yang mengambil,’’ ujar Hukum Tua  Chresje Ruauw. (ylo)

Hu

Bapak Hukum Tua bersama Ibu..
Bapak Chresje Ruauw S.Ip
Ibu Frida Tumimomor

PROFIL DESA TALIKURAN


Merupakan IBU KOTA kecamatan Remboken ,Kabupaten Minahasa
Terletak ± 711 m DPL, berada dikaki pengunungan Tampusu
Terdiri dari 4 jaga (lingkungan )+ 1jaga persiapan, dan merupakan 1 dari 11 desa di kecamatan Remboken
Jarak dengan ibukota provinsi            : ± 45 km
Jarak dengan ibukota kabupaten       : ± 14 km
Jarak dengan ibukota kecamatan      : ±  0  km
Batas Wilayah :
Sebelah Utara                                        : Desa Paslaten
Sebelah Timur                                        : Danau Tondano
Sebelah Selatan                                    : Desa Timu
Sebelah Barat                                        : Desa Tampusu
Luas wilayah menurut pegunungan :
Tanah sawah                                         :  22  ha
Tanah perkebunan                               : 134 ha
Tanah basah                                          :     4 ha
Tanah kering                                         :   20 ha
Tanah pemukiman                                :   35 ha
Total luas wilayah                                : 215 ha
Data penduduk Tahun 2011
Jumlah kepala keluarga                       : 436 kk
Jumlah penduduk                                 : 1426 jiwa
Jumlah penduduk laki-laki                  :   719 jiwa
Jumlah penduduk perempuan                       :   707 jiwa
Mata pencharian  penduduk               :
Tani/pekebun/Nelayan                         :70 %
Lain-lain                                                  :30 %
Keluarga prasejatera                             : 283 kk
Keagamaan
Islam                                                         : 42    kk
Kristen                                                     : 355  kk
Katholik                                                   : 36    kk
Hindu                                                       :  2     kk
Budha                                                      :  -